Pages

Jenis Firewall

Halloo~
Kali ini saya akan bahas tentang jenis - jenis firewall.
Sebelum membahas tentang jenis firewall, kita akan membahas tentang pengertian firewall terlebih dahulu. Apa sih pengertian firewall itu sendiri?

Firewall adalah sistem perangkat lunak yang memungkinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman.
Firewall digunakan untuk membatasi atau mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar.
Jenis - jenis firewall tediri dari :

- Personal Firewall
- Network Firewall
Kali ini saya tidak menjelaskan keduanya. Hanya salah satu yang akan saya bahas, yaitu Personal Firewall.

Personal Firewall dirancang untuk melindungi suatu komputer yang mengakses ke jaringan dari akses yang tak dikehendaki. Firewall tipe ini akhir-akhir ini berevolusi menjadi suatu kumpulan program yang bertujuan untuk mengamankan komputer dengan cara keseluruhan, dengan ditambahkannya sekian banyak fitur pengaman penambahan semacam piranti proteksi terhadap :
- virus
- anti-spyware
- anti-spam
- email spam dan yang lain.

Bahkan sekian banyak produk firewall yang lain dilengkapi dengan fungsi pendeteksian kendala keamanan jaringan (Intrusion Detection System).
Contoh dari personal firewall :
- Microsoft Windows Firewall (yang sudah terintegrasi dalam sistem operasi Windows XP Service Pack 2, Windows Vista & Windows Server 2003 Service Pack 1)
- Symantec NORTON Personal Firewall
- Kerio Personal Firewall
- Anti virus

Personal Firewall sendiri secara umum cuma mempunyai dua fitur yang penting, yaitu :
- Packet Filter Firewall
Pada bentuknya yang paling sederhana, sebuah firewall adalah sebuah router atau komputer yang
dilengkapi dengan 2 buah NIC (Network Interface Card) yang mampu melakukan penyaringan terhadap paket-paket yang masuk. Perangkat jenis ini umumnya disebut dengan packet-filtering router.

Firewall jenis ini bekerja dengan cara membandingkan alamat sumber dari paket-paket tersebut dengan kebijakan pengontrolan akses yang terdaftar dalam Access Control List firewall, router tersebut akan mencoba memutuskan apakah hendak meneruskan paket yang masuk tersebut ke tujuannya atau menghentikannya. Pada bentuk yang lebih sederhana lagi, firewall hanya melakukan pengujian terhadap alamat IP (Internet Protocol) atau nama domain yang menjadi sumber paket dan akan menentukan apakah hendak meneruskan atau menolak paket tersebut. Meskipun demikian, packet-filtering router tidak dapat digunakan untuk memberikan akses (atau menolaknya) dengan menggunakan basis hak-hak yang dimiliki oleh pengguna.

Packet-filtering router juga dapat dikonfigurasikan agar menghentikan beberapa jenis lalu lintas jaringan dan tentu saja mengizinkannya. Umumnya, hal ini dilakukan dengan mengaktifkan / menonaktifkan port TCP/IP dalam sistem firewall tersebut.
Sebagai contoh :
Port 25 yang digunakan oleh Protokol SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) umumnya dibiarkan terbuka oleh beberapa firewall untuk mengizinkan surat elektronik dari internet masuk ke dalam jaringan privat, sementara port lainnya seperti port 23 yang digunakan oleh Protocol Telnet dapat dinonaktifkan untuk mencegah pengguna internet untuk mengakses layanan yang terdapat dalam jaringan privat tersebut. Firewall juga dapat memberikan semacam pengecualian  (exception) agar beberapa aplikasi dapat melewati firewall tersebut. Dengan menggunakan pendekatan ini, keamanan akan lebih kuat tapi memiliki kelemahan yang signifikan yakni kerumitan konfigurasi terhadap firewall : daftar Access Control List firewall akan membesar seiring dengan banyaknya alamat IP, nama domain, atau port yang dimasukkan ke dalamnya, selain tentunya juga exception yang diberlakukan.

- Stateful Firewall
Stateful Firewall merupakan sebuah firewall yang menggabungkan keunggulan yang ditawarkan oleh packet-filtering firewall, NAT Firewall, Circuit-Level Firewall dan Proxy Firewall dalam satu sistem. Stateful Firewall daopat melakukan filtering terhadap lalu lintas berdasarkan karakteristik paket, seperti halnya packet-filtering firewall, dan juga memiliki pengecekan terhadap sesi koneksi untuk meyakinkan bahwa sesi koneksi yang terbentuk diizinkan. Tidak seperti Proxy Firewall atau Circuit Level Firewall, Stateful Firewall umumnya didesain agar lebih transparan (seperti halnya packet-filtering firewall atau NAT firewall). Tetapi, stateful firewall juga mencakup beberapa aspek yang dimiliki oleh application level firewall, sebab ia juga melakukan inspeksi terhadap data yang datang dari lapisan aplikasi (application layer) dengan menggunakan layanan tertentu. Firewall ini hanya tersedia pada beberapa firewall kelas atas, semacam Cisco PIX. Karena menggabungkan keunggulan jenis-jenis firewall lainnya, stateful firewall menjadi lebih kompleks.

Sekian artikel kali ini :D
Semoga artikel kali membantu :D
READ MORE - Jenis Firewall

Cara Konfigurasi Squirrelmail

Haloooo \(^O^)/
Udah lama banget nih gak post lagi hehehe
Yosh! Kali ini saya akan berbagi mengenai debian lagiiii.. *jeng jeng jeng jeng*
Kali ini materi kita tentang Mail Server. Mail server berhubungan erat dengan e-mail.
Sebenarnya apa sih mail server itu?
Mail server adalah perangkat lunak (software) yang mendistribusikan file atau informasi sebagai respon (balasan) atas permintaan yang dikirim via email.
Nah.. Aplikasi mail server di debian bernama Squirrelmail.

Berikut ini adalah langkah-langkah konfigurasi Squirrelmail pada Debian 6 :D
1. Buat sebuah virtual mesin yang diinstall Debian 6 disc 1 terlebih dahulu.
Setelah selesai install, login sebagai root.
Ganti mesin menjadi Debian 6 disc 2 dengan cara klik pada Change Disc.

2. Klik Browse

3. Pilih Debian 6 disc 2. Setelah itu Open

4. Ketikkan "apt-cdrom add" > enter

5. Ketikkan "apt-get update" > enter

6. Ketikkan "apt-get install postfix courier-imap courier-pop squirrelmail" > enter
Maksudnya disini adalah kita menginstall aplikasi Postfix, Courier-imap, Courier-pop dan Squirrelmail secara sekaligus :D

7. Ketikkan "y" > enter

8. Tekan enter

9. Pilih Ok dengan tekan Tab sekali, kemudian enter

10. Pilih Internet Site dengan tekan enter

11. Isikan System Mail Name dengan nama domain / DNS kamu

12. Pilih Yes > enter. Tunggu hingga prosesnya selesai

13. Ketikkan "maildirmake /etc/skel/Maildir" > enter

14. Ketikkan "nano /etc/postfix/main.cf" > enter

15. Ini adalah tampilan awal dari file main.cf yang kita buka tadi

16. Scroll page hingga ke paling bawah, kemudian ketikkan "home_mailbox = Maildir/".
Setelah itu save dan keluar dengan tekan Ctrl+X > Y > Enter

17. Ketikkan "dpkg-reconfigure postfix"

18. Pilih Ok

19. Pilih Internet Site > Ok

20. Pastikan System Mail Name terisi dengan nama domain / DNS kamu

21. Kosongkan bagian ini dengan langsung tekan enter

22. Pilih Ok

23. Pilih No

24. Tambahkan " 0.0.0.0/0" di bagian paling belakang. Setelah itu enter

25. Pilih No

26. Pilih Ok

27. Pilih Ok

28. Pilih ipv4. Setelah Ok. Tunggu hingga prosesnya selesai

29. Ketikkan "echo "Include /etc/squirrelmail/apache.conf" >> /etc/apache2/apache2.conf"

30. Tambahkan user dengan "adduser mailuser".
Setelah itu masukkan pasword > masukkan kembali password > ketik y > enter

31. Restart aplikasi Courier-imap dengan perintah "/etc/init.d/courier-imap restart" > enter

 32. Konfigurasi ip address dengan perintah "nano /etc/network/interfaces" > enter

33. Sesuaikan isi dengan gambar di bawah ini :D
Setelah itu simpan dan keluar dengan Ctrl+X > Y > Enter

 34. Restart dengan perintah "/etc/init.d/networking restart" > enter

Yosh! Konfigurasi di Debian sudah selesai! :D
Waktunya konfigurasi di Windows kamu :D
35. Buka Control Panel > Network and Internet

36. Pilih Network and Sharing Center

37. Pilih VMware Network Adapter VMnet1

38. Pilih Properties

39. Klik pada Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4), kemudian klik pada Properties

40. Isikan IP sesuai dengan gambar :D
Setelah itu OK





41. Buka Browser kamu, kemudian ketikkan "192.168.1.1./squirrelmail" di address bar.
Setelah itu login sebagai mailuser untuk cek apakah user tersebut sudah terdaftar.


42. Login sebagai elivia (user lain yang ditambahkan) untuk cek apakah user tersebut sudah terdaftar

43. Jika berhasil login, maka tampilannya akan seperti ini. (Login dengan mailuser)

44. Buka aplikasi Micrososft Outlook kamu :D
Kemudian klik pada bagian Tools di Menu Bar

 45. Akan muncul sebuah dialog box. Pilih New

46. Isikan sesuai dengan user yang ingin kamu login@nama dns kamu
Contoh : elivia@pikachu.com
Setelah itu masukkan password dari user tersebut  > Next

 47. Klik Next

48. Centang pada bagian Manually configure server settings, kemudian klik Next

49. Pilih Internet E-mail > Next

50. Isikan bagian :
Your Name = Nama kamu (nama user kamu)
E-mail Address = nama_user@nama_dns (contoh di gambar)
Account Type = Pilih POP3
Incoming mail server = 192.168.1.1
Outgoing mail server (SMTP) = 192.169.1.1
User name = Nama kamu (nama user kamu)
Password = isikan dengan password user kamu
Klik Next

 51. Setelah itu mulailah kirim e-mail
To = isikan alamat email tujuan yang ingin dikirimi pesan
Subject = judul dari pesan tersebut
Setelah itu klik Send

52. Jika email tersebut terkirim, maka akan masuk ke inbox user tujuan.
Berikut ini adalah tampilannya :D

53. Jika email tersebut dibuka, tampilannya akan seperti ini. Balas pesan ini dengan klik Reply di dekat sudut kanan layar

54. Jawab pesan tersebut, kemudian klik Send

55. Pesan tersebut akan masuk ke user yang pertama mengirimi pesan

56. Ini adalah tampilan dari pesan yang diterima

57. Balas pesan tersebut dengan klik Reply di sudut kiri atas (dibawah office button) > Send

 58. Tampilan dari pesan yang diterima :D

Selesai sudaaaahhh konfigurasinyaa!! \(>O<)/
Oh yaaaa
Kamu bisa ubah link untuk masuk ke squirrelmail.
Maksud dari link ini adalah address yang kamu masukin ke address bar -> 192.168.1.1/squirrelmail
Nahh. Kata squirrelmailnya bisa diubah sesuai yang kamu mau lohh :D
Begini lohh langkah-langkahnya :
1. Masuk kembali ke Debian, ketikkan perintah "nano /etc/squirrelmail/apache.conf" > enter

2. Perhatikan baris pertama. Tertulis "Alias /squirrelmail /usr/share/squirrelmail"

3. Kamu bisa ubah bagian "Alias /squirrelmail" jadi yang kamu inginkan. Contohnya bisa kamu lihat di gambar :D
Setelah itu simpan dan keluar.

Selesai :D
Sekian dari artikel kali ini :D
Semoga bermanfaat yahh :D
Good Luck \(^O^)/
READ MORE - Cara Konfigurasi Squirrelmail
 

Most Reading

Diberdayakan oleh Blogger.