Pages

Berapakah Batas Kecepatan yang Aman?

Teknologi dalam bidang otomotif terus berkembang. Kecepatan mobil pun dari waktu ke waktu semakin tinggi. Sehubungan dengan itu, kerap kali muncul pertanyaan tentang berapakah batas kecepatan yang dianggap aman? Ternyata, jawaban atas pertanyaan itu tidaklah mudah dirumuskan. Sangat sulit memberikan suatu jawaban yang baku mengenai hal itu karena sesungguhnya memang tidak ada batasan kecepatan yang dianggap aman dalam mengendarai mobil. Yuk simak artikel berikut :D

Menjalankan kendaraan dengan kecepatan rendah (kurang dari 60 km/jam) pada jalan dimana kendaraan lain melaju dengan kecepatan tinggi (diatas 100 km/jam) sangat berbahaya. Sebaliknya, melaju dengan kecepatan tinggi, dimana kendaraan lain berjalan dengan kecepatan rendah, juga sangat berbahaya. Sebab itu, jika mau aman, jalankan kendaraan Anda sesuai dengan batas kecepatan yang diizinkan. Dengan kata lain, jika mau aman, kendarailah mobil Anda sesuai dengan kecepatan kendaraan lain. Jadi, yang terpenting bukan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi atau kecepatan rendah, tetapi jalankanlah mobil Anda sesuai dengan kecepatan mobil-mobil lain.

Dalam kaitan itulah batas kecepatan minimum yang ditetapkan dan batas kecepatan maksimum yang diizinkan harus dipatuhi oleh semua pengendara kendaraan bermotor sehingga kecelakaan lalu lintas bisa diminimalkan. Misalnya, batas kecepatan minimum 60 km/jam di ruas jalan tol dalam kota dan luar kota, serta batas kecepatan maksimum 80 km/jam di ruas tol dalam kota dan 100 km/jam di ruas tol luar kota.

Di samping itu, tanda dan rambu lalu lintas yang ada juga harus dipatuhi jika ingin perjalanan berlangsung dengan aman. Misalnya, truk melaju di lajur paling kiri, atau mobil yang berjalan lambat tidak sepatutnya berada di lajur paling kanan, mengingat lajur kanan hanya dikhusukan bagi kendaraan yang akan mendahului, atau jalan menyusul dari bahu jalan, serta menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.

Jarak aman dengan kendaraan lain adalah 1-2 detik. Jika mobil Anda melaju dengan kecepatan 80 km/jam, maka 1-2 detik itu sama dengan 22-44 meter. Jika kecepatan mobil Anda melaju dengan kecepatan 100 km/jam, maka 1-2 detik itu sama dengan 28-56 meter. Dalam kenyataan sehari-hari, dengan mudah ditemui pelanggaran terhadap tanda dan rambu lalu lintas. Mulai dari truk yang melaju di lajur kanan, mobil atau bus mendahului dari bahu jalan, atau mobil, bus, dan truk melaju dengan kecepatan rendah di lajur paling kanan, sampai banyaknya kendaraan yang mengabaikan jarak aman dalam berkendara. Jarak antar kendaraan, terutama di jalan tol, hanya 3-5 meter, padahal jarum spidometer menunjukkan kecepatan 80-100 km/jam. Akibatnya, begitu mobil yang berada di depan karena satu dan lain hal secara mendadak berhenti, tabrakan beruntun pun tidak dapat dihindari.

Semua negara di dunia menetapkan batas kecepatan maksimum di berbagai ruas jalan. Mulai jalan pedesaan, jalan di pusat kota, di pinggiran kota, di jalan raya, sampai di jalan tol. Batas kecepatan maksimum tertinggi yang diizinkan berkisar 100 km/jam sampai 112 km/jam. Selain untuk mengurangi jumlah angka kecelakaan, penetapan batas kecepatan maksimum juga dimaksudkan untuk mengurangi tingkat pencemaran udara. Semakin kencang mobil dipacu, semakin tinggi emisi CO2 yang dilepaskan ke udara.

Sekian untuk artikel kali ini :D
Semoga menambah wawasan temen2 yahh :D
READ MORE - Berapakah Batas Kecepatan yang Aman?

Manfaat Lemon

Apakah kamu pernah minum air lemon? Rasa khas'y yang asam sangat terasa segar setelah meminumnya. Tahukah kamu manfaat apa saja dari lemon?
Yuk cekidot XD

2-3 irisan lemon dicelupkan dalam 1 gelas air panas bisa menjadi alkaline yang bermanfaat bagi tubuh. Air lemon dapat diminum setiap hari dan sangat bermanfaat bagi siapa saja. Air lemon yang panas akan menghasilkan sejenis zat anti kanker yang terasa pahit. Sedangkan air lemon yang dingin hanya mengandung vitamin C. Ibarat tomat yang harus dimasak terlebih dahulu supaya kandungan Lycopene dapat bermanfaat bagi tubuh. Air lemon yang panas terbukti bisa menekan pembengkakan dan segala jenis tumor. Ekstrak lemon yang dihasilkan bisa melemahkan sel kanker ganas, namun tidak merusak sel normal. Citric Acis dan C Polifenol yang terdapat dalam jus lemon bisa menyesuaikan tekanan darah dan mencegah penyumbatan vena, menyesuaikan sirkulasi darah, dan mengurangi penggumpalan darah.

Sekian untuk artikel kali ini :D
Semoga bermanfaat yah XD
READ MORE - Manfaat Lemon

Geometri Orbit

Hallo semuaaa.. Maaf yahh akhir-akhir ini jarang update..
Lagi sibuk dengan tugas-tugas sekolah nih hehehehe
Tanpa basa basi lagi, cekidot yaahh artikel saya kali ini XD

Sebelum saya bahas tentang geometri orbit, saya ingin menjelaskan secara singkat terlebih dahulu tentang orbit. Apa itu orbit?
Orbit adalah jalur yang dilalui oleh objek, di sekitar objek lainnya, di dalam pengaruh dari gaya gravitasi. Gravitasi melengkungkan ruang layaknya bola melengkungkan karet dan membuat benda di sekitarnya bergerak lurus di area lingkaran.

Johannes Kepler (1571-1630) membuat kesimpulan bahwa planet-planet bergerak dalam orbit elips dengan laju yang berubah-ubah. Menurutnya, gerak-gerak planet mengitari matahari tidak harus berbentuk lingkaran seperti yang dibayangkan sebelumnya. Semua orbit planet di tata surya berbentuk elips dengan eksentrisitas atau ukuran kelonjongan yang berbeda-beda. Planet-planet bergerak sepanjang keliling elips atas pengaruh gravitasi matahari. Sekarang diketahui bahwa orbit semua benda langit mengikuti bentuk surya kurva irisan kerucut, yaitu elips, parabola, hiperbola, atau lingkaran.

Dalam tata surya, hampir semua planet berada dalam orbit yang dekat dengan bentuk lingkaran, yaitu dengan harga eksentrisitas kurang dari 0,1. Orbit planet dengan eksentrisitas bernilai 0 memiliki bentuk lingkaran. Semakin besar nilai eksentrisitas (nilainya semakin mendekati 1), semakin lonjong orbit elips yang terbentuk.

Dari kesembilan planet dalam keluarga matahari ada 3 planet, yaitu Pluto, Merkurius dan Mars yang berada dalam orbit lonjong dengan eksentrisitas 0,1-0,25. Bandingkan dengan harga eksentrisitas orbit yang dimiliki planet-planet luar tata surya seperti Epsilon Eridani b (e = 0,61), 16 Cygni B b (c = 0,67), HD 89744 b (e = 0,7), dan HD 80606 b (e = 0,93).

Beberapa teori telah dibuat astronom guna menjelaskan fenomena orbit dengan kelonjongan besar tersebut, salah satunya dengan menyertakan gangguan gravitasi yang dialami oleh planet-planet raksasa yang terletak berdekatan. Menurut teori ini, seandainya materi awal pembentuk tata surya memiliki massa yang lebih besar, keempat planet raksasa (Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus) akan berukuran jauh lebih besar dari sekarang. Dengan kata lain, tata surya kita akan memiliki empat buah "planet super" yang saling berinteraksi satu sama lain dan mengakibatkan timbulnya gangguan pada orbit masing-masing.

Di bawah ini pengaruh gravitasi bersama tersebut, akan ada planet yang orbitnya terdorong lebih "ke dalam" mendekati matahari, bergeser menjauh, dan boleh jadi akan ada yang terlempar keluar dari sistem menjadi planet lepas. Planet-planet raksasa yang terlempar dari orbit asalnya tersebut selanjutnya dapat berada di dalam orbit yang eksentrik (lonjong). Meskipun demikian, fakta berupa kehadiran planet-planet raksasa yang justru memiliki orbit lingkaran di dekat bintang induknya, seperti dijumpai pada sistem 51 pegasi, masih menjadi teka-teki.

Sekian untuk artikel kali ini.
Semoga menambah wawasan kamu :D
READ MORE - Geometri Orbit
 

Most Reading

Diberdayakan oleh Blogger.