Pages

Konfigurasi 2 DNS yang Berbeda pada Debian 6

Hallo semuanya!
Pada pembahasan kali ini, saya akan membahas tentang tutorial membuat 2 DNS yang berbeda. Apa itu DNS? DNS (Domain Name System) adalah suatu aplikasi yang digunakan untuk menerjemahkan IP (Internet Protocol) menjadi nama / domain yang mudah diingat.
Pada artikel sebelumnya, telah di bahas mengenai cara untuk membuat IP Virtual pada Debian 6. Nah, pada pembahasan kali ini juga kita akan menggunakan IP Virtual untuk mengkonfigurasi 2 DNS yang berbeda. :D

Berikut ini adalah langkah-langkahnya :
1. Masuk ke root, kemudian ketikkan password kamu

2. Setelah itu ketikkan nano /etc/network/interfaces

 3. Untuk mengkonfigurasi 2 DNS yang berbeda, kita membutuhkan ip virtual. jadi tuliskan isinya seperti pada gambar di bawah ini.

4. Setelah itu keluar dari konfigurasi tersebut dengan menekan Ctrl+x, kemudian tekan "y", dan yang terakhir adalah tekan "Enter".
Setelah kita menyimpan hasil konfigurasinya, kita harus merestartnya terlebih dahulu supaya konfigurasi tersebut benar-benar di simpan dengan baik.

5. Mari kita pastikan bahwa ip utama dan ip virtual yang kita buat berhasil atau tidak dengan mencoba ping kedua ip tersebut. Untuk menghentikan proses ping menggunakan Ctrl+z.

6. Kemudian install bind9 pada PC kita (pastikan koneksi internet terhubung). Bind9 adalah aplikasi di Linux yang digunakan untuk menghandle masalah konversi dari ip ke DNS.

7. Ketikkan "y" untuk melanjutkan proses penginstallan bind9.

8. Setelah proses instalasi selesai, masukkan perintah cd /etc/bind

9. Ini adalah file-file yang terdapat dalam direktori bind.

10. Kemdian kita copy file named.conf.default-zones untuk membackup konfigurasi default. Caranya adalah dengan cp named.conf.default.zones named.old 
Untuk yang bagian named.old, penamaan filenya bebas. Tidak musti harus named.old.

11. Setelah itu ketikkan nano named.conf.default-zones  untuk memulai konfigurasi :D

11. Berikut ini adalah tampilan awal pada file named.conf.default-zones.

12. Kemudian arahkan cursor kamu pada baris yang diberi kotak putih seperti pada gambar di bawah ini. Kemudian kamu tekan Ctrl+k sebanyak 9x untuk mengcopy 9 baris pada file tersebut. Setelah itu tekan Ctrl+u sebanyak 1x untuk mengembalikan 9 baris file yang dicopy tadi.

13. Setelah itu arahkan cursor kamu pada baris paling bawah.

14. Tekan Ctrl+u sekali lagi untuk paste 9 baris yang kita copy tadi.

15. Setelah itu, copy sekali lagi dengan tekan Ctrl+k sebanyak 4x untuk mengcopy mulai dari bagian zone "localhost" {. Setelah itu Ctrl+u dan ubah isi file tersebut sesuai dengan gambar berikut :
Note :
- khusus untuk yang bagian zone "127.in-addr.arpa , penulisan ipnya ditulis terbalik dari oktet ke 3 sampai oktet 1. Oktet ke 4 di simpan untuk file konfigurasi yang lain.
- untuk nama file bebas, tidak harus db.smk ataupun db.tkj.

16. Jika sudah selesai konfigurasi, save dengan Ctrl+x > y > enter. Setelah itu copy file db.local menjadi db.smk dan db.127 menjadi db.192 untuk melakukan konfigurasi.

17. Ketikkan nano db.smk

18. Berikut ini adalah tampilan awal dari file db.smk

19. Ubah isi konfigurasinya sesuai dengan gambar di bawah ini.

20. Kemudian kita akan membuat file untuk db.tkj. Jadi, kita copydari file db.smk dengan cp db.smk db.tkj. Setelah itu buka file db.tkj tersebut.

 21. Ubah isi file tersebut sesuai dengan gambar di bawah ini.

22. Setelah itu kita konfigurasi file db.192 dengan mengetikkan nano db.192.

23. Berikut ini adalah tampilan awal dari db.192

24. Ubah konfigurasi tersebut sesuai dengan gambar di bawah ini.
Note :
Angka 1 & 2 menunjukkan oktet ke 4 dari ip yang kita simpan.

25. Kemudian ubah konfigurasi di resolv.conf dengan mengetikkan perintah nano /etc/resolv.conf.

26. Ubah konfigurasi sesuai dengan gambar di bawah ini.

27. Setelah itu kita akan melakukan konfigurasi terakhir pada file hosts. Ketikkan perintah nano /etc/hosts.

28. Ubah konfigurasi sesuai dengan gambar di bawah ini.

29. Setelah itu restart bind9 kita dengan mengetikkan perintah /etc/init.d/bind9 restart.

30. Untuk mengetes apakah hasil konfigurasi kita berhasil atau tidak, maka kita dapat mengetikkan perintah nslookup. Setelah itu masukkan salah 1 perintah dari bagian yang di beri garis warna putih pada gambar di bawah ini. Sedangkan untuk keluar dari test nslookup ini tekan Ctrl+z.

Demikianlah langkah-langkah untuk melakukan settingan terhadap 2 DNS yang berbeda pada Debian 6 ini. Semoga artikel ini dapat membantu sobat yaahh :)
Terima kasih sudah berkunjung! :D




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Most Reading

Diberdayakan oleh Blogger.