Hallo semuaaa.. Maaf yahh akhir-akhir ini jarang update..
Lagi sibuk dengan tugas-tugas sekolah nih hehehehe
Tanpa basa basi lagi, cekidot yaahh artikel saya kali ini XD
Sebelum saya bahas tentang geometri orbit, saya ingin menjelaskan secara singkat terlebih dahulu tentang orbit. Apa itu orbit?
Orbit adalah jalur yang dilalui oleh objek, di sekitar objek lainnya, di dalam pengaruh dari gaya
gravitasi. Gravitasi melengkungkan ruang layaknya bola melengkungkan
karet dan membuat benda di sekitarnya bergerak lurus di area lingkaran.
Johannes Kepler (1571-1630) membuat kesimpulan bahwa planet-planet bergerak dalam orbit elips dengan laju yang berubah-ubah. Menurutnya, gerak-gerak planet mengitari matahari tidak harus berbentuk lingkaran seperti yang dibayangkan sebelumnya. Semua orbit planet di tata surya berbentuk elips dengan eksentrisitas atau ukuran kelonjongan yang berbeda-beda. Planet-planet bergerak sepanjang keliling elips atas pengaruh gravitasi matahari. Sekarang diketahui bahwa orbit semua benda langit mengikuti bentuk surya kurva irisan kerucut, yaitu elips, parabola, hiperbola, atau lingkaran.
Dalam tata surya, hampir semua planet berada dalam orbit yang dekat dengan bentuk lingkaran, yaitu dengan harga eksentrisitas kurang dari 0,1. Orbit planet dengan eksentrisitas bernilai 0 memiliki bentuk lingkaran. Semakin besar nilai eksentrisitas (nilainya semakin mendekati 1), semakin lonjong orbit elips yang terbentuk.
Dari kesembilan planet dalam keluarga matahari ada 3 planet, yaitu Pluto, Merkurius dan Mars yang berada dalam orbit lonjong dengan eksentrisitas 0,1-0,25. Bandingkan dengan harga eksentrisitas orbit yang dimiliki planet-planet luar tata surya seperti Epsilon Eridani b (e = 0,61), 16 Cygni B b (c = 0,67), HD 89744 b (e = 0,7), dan HD 80606 b (e = 0,93).
Beberapa teori telah dibuat astronom guna menjelaskan fenomena orbit dengan kelonjongan besar tersebut, salah satunya dengan menyertakan gangguan gravitasi yang dialami oleh planet-planet raksasa yang terletak berdekatan. Menurut teori ini, seandainya materi awal pembentuk tata surya memiliki massa yang lebih besar, keempat planet raksasa (Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus) akan berukuran jauh lebih besar dari sekarang. Dengan kata lain, tata surya kita akan memiliki empat buah "planet super" yang saling berinteraksi satu sama lain dan mengakibatkan timbulnya gangguan pada orbit masing-masing.
Di bawah ini pengaruh gravitasi bersama tersebut, akan ada planet yang orbitnya terdorong lebih "ke dalam" mendekati matahari, bergeser menjauh, dan boleh jadi akan ada yang terlempar keluar dari sistem menjadi planet lepas. Planet-planet raksasa yang terlempar dari orbit asalnya tersebut selanjutnya dapat berada di dalam orbit yang eksentrik (lonjong). Meskipun demikian, fakta berupa kehadiran planet-planet raksasa yang justru memiliki orbit lingkaran di dekat bintang induknya, seperti dijumpai pada sistem 51 pegasi, masih menjadi teka-teki.
Sekian untuk artikel kali ini.
Semoga menambah wawasan kamu :D
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar